21 HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN

"Dengan membiasakan diri Cuci Tangan Pakai Sabun, kita dapat mencegah berbagai penyakit seperti diare hingga gangguan pernapasan, ISPA, Jadi Ingatlah Agar selalu Cuci tangan pakai sabun" jelas Yasna Khairina, MM

PENYEMPROTAN VEKTOR LALAT DI TPA DALAM MENDUKUNG ADIPURA KAB. BANJAR

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam mendukung keberhasilan mendapatkan Adipura berupaya mendukung Pemerintah Kabupaten Banjar dengan melakukan pembinaan dan kerjasama dengan UPT Pengelolaan Sampah di desa Padang Panjang Karang Intan.

PENANDATANGANAN MOU PROGRAM "ANAK SEHAT BERSERTIFIKAT"

Sertifikat imunisasi lengkap selanjutnya akan diberikan secara cuma-cuma oleh Dinas Kesehatan bagi seluruh anak di Kabupaten Banjar yang telah mendapatkan 5 imunisasi dasar lengkap, melalui 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar.

Pemberian Imunisasi Polio oleh Bupati Banjar, H. Pangeran Khairul Saleh

pemberian imunisasi polio dan vitamin A oleh Bapak Bupati Banjar, Bunda PAUD Kabupaten Banjar, dan ibu wakil gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Rosdiawati Rudy Resnawan


widget
Tampilkan postingan dengan label P2PL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P2PL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Kabupaten Banjar Memberikan Sertifikat Imunisasi Lengkap

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Meluncurkan Kegiatan Pemberian Sertifikat Imunisasi Lengkap Sebagai Prasyarat Memasuki PAUD dalam Program yang Dinamakan “Anak Sehat Bersertifikat”

Seksi Imunisasi dan Surveilans, Bidang P2PL

 

NOVEMBER 2013

 

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan spesifik seseorang terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), dan jika suatu saat terserang penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan. Ada 5 jenis imunisasi dasar pada bayi yang masuk dalam program pemerintah, yaitu Hb-0, BCG, DPT-Hb, polio, dan campak. Kelima imunisasi dasar tersebut akan memberikan kekebalan spesifik terhadap 7 macam penyakit yaitu Hepatitis-B, TBC, difteri, pertusis, tetanus, polio, dan campak. Seorang anak dikatakan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu bila telah mendapatkan imunisasi Hepatitis B 0-7 hari sebanyak 1 kali, BCG 1 kali, DPT-Hb 3 kali, polio 4 kali, dan campak 1 kali.

 

Dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya imunisasi dasar bagi bayi di Kabupaten Banjar, Bunda PAUD Kabupaten Banjar Dra. Hj. Raudatul Jannah, M.Si menandatangani suatu Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang diwakili oleh drg Yasna Khairina, MM selaku kepala dinas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang diwakili oleh H. Gusti Ruspanoor, SE selaku kepala dinas, dengan diketahui oleh Bupati Banjar H. Pangeran Khairul Saleh. Pada puncak peringatan hari jadi Kabupaten Banjar sekaligus dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat kabupaten pada tanggal 19 Agustus 2013, selain dilakukan penandatanganan NKB tersebut, juga dilakukan simbolis penyerahan sertifikat imunisasi lengkap pada bayi dari wilayah kerja Puskesmas Sungkai sebagai pelopor pelaksanaan program ini. Di samping itu sekaligus dilakukan pemberian imunisasi polio dan vitamin A oleh Bapak Bupati Banjar, Bunda PAUD Kabupaten Banjar, dan ibu wakil gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Rosdiawati Rudy Resnawan.

 

Sertifikat imunisasi lengkap selanjutnya akan diberikan secara cuma-cuma oleh Dinas Kesehatan bagi seluruh anak di Kabupaten Banjar yang telah mendapatkan 5 imunisasi dasar lengkap, melalui 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar. Sertifikat ini akan menjadi salah satu prasyarat yang diprioritaskan dalam pendaftaran seorang anak untuk memasuki jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD). Hal ini disosialisasikan kepada masyarakat bersama-sama oleh Unit Pelaksana Teknis di tingkat kecamatan di bawah koordinasi Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

 

Program ‘Anak Sehat Bersertifikat’ ini dalam jangka panjangnya diharapkan akan memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan dan pembangunan sumber daya manusia menuju terciptanya masyarakat Kabupaten Banjar yang sehat, kuat dan berprestasi.

 

penandatanganan nota kesepahaman anak besertifikat

 

Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Program “Anak Sehat Bersertifikat” .

 

pemberian imunisasi oleh bupati

 

Pemberian Imunisasi Polio oleh Bupati Banjar, H. Pangeran Khairul Saleh.

 

Pemberian imunisasi oleh ibu bupati

 

Pemberian Vitamin A oleh Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Raudatul Jannah, M.Si.

 

 

"Di Upload By Admin : Armuni, S.Kep"

 

 

 

Sabtu, 31 Agustus 2013

PENYEMPROTAN VEKTOR LALAT DI TPA DALAM MENDUKUNG ADIPURA KABUPATEN BANJAR


Oleh : Syarifuddin, SKM.

Adipura adalah tropi yang dinanti oleh segenap pemerintah daerah dan kota di Indonesia sebagai wujud keberhasilan masyarakat dan pemerintah dalam menangani kebersihan di wilayahnya. Sayangnya di beberapa daerah Adipura setelah didapat hanya sebagai monumen saja. Keberhasilan adipura tanpa diiringi dengan tingkat kemampuan pemerintah dalam mengelola kebersihan lingkungan adalah sia-sia saja.Setiap penilaian adipura segenap perangkat kota sibuk menyiapkan segala alat yang diperlukan. Penghargaan adipura sebenarnya milik siapa? Kalo dilihat dari titik penilaian adipura sebenarnya milik bersama. Ketika titik penilaian ada di pasar maka pengelola pasar sibuk menyiapkan pasar yang tertib. Ketika titik penilaian ada di Tempat Pembuangan Akhir sampah maka instansi pengelola kebersihan TPA bersiap-siap. Ketika instansi pemerintah menjadi titik penilaian adipura makan semua menjadi terpaksa menyiapkan.
Mendapatkan adipura tidaklah mudah, karena tahapan penilaian dimulai dari tahap persiapan, dokumen pendukung, momerandum of understanding (Mou) sampai tahapan akhir dinilai langsung tim penilai khusus dari kementrian yang menangani langsung. Adalah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mendapatkan tropi adipura, tetapi langkah yang harus dijalani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Peran pemerintah saja belumlah cukup, karena yang menjadi kunci keberhasilan adipura ada di semua penentu kebijakan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam mendukung keberhasilan mendapatkan Adipura berupaya mendukung Pemerintah Kabupaten Banjar dengan melakukan pembinaan dan kerjasama dengan UPT Pengelolaan Sampah di desa Padang Panjang Karang Intan. Salah satu kegitan seksi Penyehatan Lingkungan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) adalah secara berkala adalah  melakukan Penyemprotan Vektor Lalat di tempat Pembuangan Akhir sampah. 

Penyemprotan vektor  lalat dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyakit yang disebabkan oleh lalat agar tidak menular ke masyarakat di sekitar TPA. Penyakit Akibat lalat sangat beragam. Lalat tidak menghasilkan penyakit sendiri, tetapi lalat sebagai vector (penghantar) penyakit. Melalui lalat, beberapa penyakit mudah tersebar, apalagi pada daerah-daerah yang kumuh dan kotor.
Penyakit akibat lalat sebenarnya bisa di hindari, jika saja perilaku hidup sehat dan lingkungan bersih dari sampah-sampah organik. Serangga lalat merupakan hewan yang hidup dan berkembang biak di tempat-tempat kotor dan berbau busuk. Serangga kecil ini sangat mengandalkan penglihatan untuk bertahan hidup, mata majemuknya terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Beberapa jenis lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Saat ini, ditemukan tidak kurang dari 60.000 – 100.000 spesies lalat di dunia.

 Jenis lalat yang perlu diwaspadai di antaranya lalat rumah (Musca domestica), lalat hijau (Lucilla seritica), lalat biru (Calliphora vornituria), dan lalat latirine (Fannia canicularis). Dari keempat jenis tersebut, lalat rumah adalah yang paling dikenal sebagai pembawa penyakit. dan banyak dijumpai di tempat-tempat yang terdapat sampah basah hasil buangan rumah tangga, terutama yang kaya zat-zat organik yang sedang membusuk.
Bermacam-macam mikroorganisme penyebab penyakit menempel di kaki lalat dan rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya. Berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat biasanya berhubungan dengan saluran pencernaan. karena perpindahan kuman dan mikroorganisme dari lalat ke dalam tubuh manusia terjadi secara mekanis. Lalat dari tempat kotor dan busuk kemudian hinggap di makanan sehingga makanan terkontaminasi. Mikroorganisme akan masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan itu.
 Penyemprotan vektor lalat dengan menggunakan insektisida yang tepat akan mengurangi jumlah lalat di Tempat Pembuangan Akhir(TPA). Penyemprotan vektor lalat merupakan Program Upaya Kesehatan Masyarakat dalam rangka Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.